Stem Cell atau Sel Punca dan Gengnya Revolusi Kesehatan dan Kecantikan Masa Depan yang Wajib Kamu Tahu - Update Regulasi dan Safety dari BPOM

18-07-2025 Dilihat 4923 kali

Dalam era kemajuan bioteknologi yang pesat, pemanfaatan stem cell (juga dikenal dengan istilah sel punca), secretome dan exosome kini telah membuka babak baru yang revolusioner dalam bidang kesehatan dan estetika. Kombinasi unik dari kemampuan regeneratif sel punca, kekayaan molekul bioaktif dalam secretome dan fungsi komunikasi antar sel yang dimediasi oleh exosome menjadikan ketiganya sebagai pondasi bagi inovasi dalam bidang kesehatan dan estetika yang tidak hanya berfokus pada perawatan luar namun juga perbaikan dan pemulihan dari dalam tubuh. Integrasi ketiga elemen tersebut membawa harapan baru untuk meningkatkan kualitas hidup dan penampilan manusia di masa mendatang.

Sel Punca: Fondasi Regenerasi Tubuh

Sel punca merupakan sel tubuh manusia yang memiliki kemampuan unik untuk memperbaharui atau meregenerasi diri dengan membuat sel yang sama persis dengan dirinya sendiri melalui mekanisme pembelahan sel. Selain itu sel punca juga memiliki kemampuan untuk menciptakan kembali jaringan fungsional dengan menghasilkan semua sel yang berdiferensiasi dalam tubuh seperti sel otot jantung, sel darah dan sel saraf. Kemampuan unik tersebut yang kemudian dimanfaatkan sebagai terapi biomedis pada manusia.

Secretome: ‘Paket Pesan Rahasia’ dari Sel Punca

Secretome merupakan kumpulan zat atau molekul yang dihasilkan dan disekresikan oleh sel, termasuk sel punca. Zat-zat tersebut bisa berupa protein, faktor pertumbuhan, sitokin (pembawa antar sel), vesikel kecil seperti eksosom dan berbagai molekul bioaktif lainnya. Fungsi utama dari secretome sendiri untuk membantu komunikasi antar sel, memperbaiki jaringan yang rusak dan mendukung proses penyembuhan. Mudahnya, secretome ini bisa diibaratkan sebagai “paket pesan” yang dikirimkan oleh sel untuk membantu proses regenerasi dan perbaikan di tubuh. Secretome menjadi fokus penelitian untuk pengembangan terapi baru yang lebih aman dan efektif tanpa harus menggunakan sel punca secara langsung.

Exosome: ‘Kurir Kecil’ Komunikasi Antar Sel

Exosome merupakan vesikel ekstraselular berukuran nano yang diproduksi dan dilepaskan oleh hampir semua jenis sel ke luar selnya, termasuk sel punca. Exosome membantu mengirimkan sinyal yang dapat memengaruhi fungsi dan perilaku sel penerima, misalnya dalam proses perbaikan jaringan dan regenerasi. Secara sederhana, exosome bisa diibaratkan sebagai “kurir kecil” yang membawa pesan dari satu sel ke sel lain untuk membantu koordinasi berbagai proses biologis dalam tubuh.

Revolusi Regeneratif: Sel Punca, Secretome dan Exosome untuk Penyembuhan & Kecantikan

Dunia medis dan estetika mengalami transformasi luar biasa berkat tiga terobosan revolusioner: sel punca, secretome dan exosome. Kebermanfaatannya tidak hanya mengobati penyakit degeneratif tetapi juga membuka era baru peremajaan kulit tanpa memerlukan prosedur invasif. Beberapa pengembangannya diaplikasikan dalam terapi penyakit seperti

 

cedera sumsum tulang belakang, penyakit kardiovaskular, diabetes, osteoarthritis, penyakit lupus, dan penyakit neurodegeneratif. Pengaplikasian yang disebutkan akan terus bertambah seiring semakin banyaknya penelitian yang terus dilakukan.

 

Dari Laboratorium ke Layanan Kesehatan: Perjalanan Sel Punca di Indonesia dalam Bingkai Regulasi

Pemerintah Indonesia melalui regulasi yang ketat telah menyetujui pemanfaatan sel punca dengan tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan (termasuk didalamnya peremajaan sel, jaringan dan organ). Terapi berbasis sel punca di Indonesia dapat dilakukan apabila sudah terbukti keamanan dan kemanfaatannya serta memenuhi standar mutu. Penting utuk dipahami bahwa saat ini, pengaplikasian sel punca di Indonesia masih dalam kerangka penelitian berbasis pelayanan, dengan demikian selnya pun belum dapat diperjualbelikan. Artinya, terapi ini dilakukan dalam studi klinis yang diawasi ketat, bukan sebagai layanan komersial yang dapat diakses bebas. Umumnya, pasien yang menerima terapi ini adalah bagian dari protokol penelitian yang ketat, dan biayanya mungkin ditanggung oleh pihak penyelenggara penelitian atau ada skema khusus yang diatur.

Pemanfaatan sel punca sebagai penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dilakukan melalui proses yang cukup panjang dan penuh kehati-hatian. Mulai dari pengambilan yang harus dilakukan oleh tenaga medis yang memiliki kompetensi dan kewenangan sesuai dengan tindakan yang dilakukannya, kemudian proses penyimpanan oleh bank sel punca juga harus memastikan penyimpanannya tetap terjamin.

Proses pengolahan sel punca pun hanya dapat dilakukan di laboratorium yang sudah tersertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) oleh BPOM. Hingga saat ini Indonesia memiliki 4 fasilitas pengembangan sel punca yang telah bersertifikat CPOB yaitu Daewoong Biologics Indonesia, PT Bifarma Adiluhung, Prodia StemCell Indonesida dan RSU Dr Cipto Mangunkusumo.

Penyelenggaraan pelayanan sel punca di Indonesia pun masih terbatas, hanya dapat dilakukan di rumah sakit yang telah mendapatkan penetapan dari Menteri Kesehatan atau di klinik utama dan rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan rumah sakit yang telah mendapatkan penetapan dari Menteri Kesehatan. Penetapan dari Kementerian Kesehatan ini menjamin bahwa fasilitas tersebut memiliki infrastruktur, sumber daya manusia, dan sistem manajemen mutu yang memadai untuk melakukan pelayanan sel punca secara aman dan sesuai standar.

Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced, juga mencakup pengawasan terhadap produk-produk berbasis secretome dan exosome. Produk-produk ini, jika ditujukan untuk tujuan medis atau estetika yang mengklaim fungsi terapetik, akan tunduk pada persyaratan keamanan dan mutu yang ketat, setara dengan produk farmasi inovatif lainnya.

Penting juga untuk memahami bahwa pengembangan terapi sel punca dan turunannya melibatkan pertimbangan etika yang serius, seperti sumber perolehan sel persetujuan informed (informed consent) dari donor dan pasien, serta isu-isu keadilan akses.

 

Literasi Sel Punca Masih Rendah: Masyarakat Harus Cermat dan Bijak Menyaring Informasi

Tidak dipungkiri, di era modern yang serba cepat ini masyarakat dengan mudahnya mendapatkan banyak informasi. Namun, kita juga harus menjadi masyarakat yang cerdas dan waspada dalam menyaring setiap informasi. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pelayanan sel punca sendiri yaitu kurangnya informasi dan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan sel punca sebagai alternatif pengobatan penyakit degeneratif.

Keterbatasan informasi dan pemahaman masyarakat akan pemanfaatan sel punca, dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab dengan memasarkan beragam produk sel punca padahal kenyataannya tidak seperti itu. Saat ini belum tersedia produk sel punca yang dapat dikomersialkan yang ditandai dengan belum adanya penerbitan izin edar yang dikeluarkan oleh BPOM.

Masa Depan Inovatif yang Terkendali

Potensi besar sel punca, secretome, dan exosome memang sangat menjanjikan untuk kesehatan dan kecantikan. Penting bagi kita semua untuk tetap bijak dalam menerima informasi dan aktif mengawasi perkembangan teknologi ini di Indonesia. Dengan mengikuti aturan dan memahami informasi dengan benar, inovasi ini bisa memberikan manfaat yang aman dan efektif untuk kita semua.

 

Potensi besar yang dimiliki sel punca, secretome dan exosome dalam bidang kesehatan dan estetika, penting bagi masyarakat untuk tetap bijak dalam menerima informasi serta aktif mengawasi perkembangan bioteknologi ini di Indonesia. Kepatuhan terhadap regulasi dan pemahaman yang tepat akan memastikan bahwa inovasi ini dapat memberikan manfaat secara aman dan efektif bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

 

Daftar Pustaka: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4969512/

https://stemcells.nih.gov/info/basics/stc-basics

https://www.pom.go.id/siaran-pers/peraturan-bpom-nomor-8-tahun-2025-regulasi-untuk- dorong-pengembangan-produk-terapi-advanced-di-indonesia

https://www.pom.go.id/siaran-pers/penyerahan-sertifikat-cpob-kepada-fasilitas- pengembangan-terapi-sel-punca

Sarana